Roti dan Perempuan
Oleh:Emi Rahyuni
Di sebuah sudut terminal kota, di tengah deru mesin kendaraan, berteman debu dan asap yang semakin memperparah polusi udara, seorang nenek tengah menjajakan roti buatannya. Harganya murah, Rp 500. Walau hanya beralaskan meja lapuk dan bertudung daun pisang yang lusuh, tapi toh jualannya laris manis. Di samping karena letaknya yang strategis, tentu saja karena harganya yang murah hingga bisa dijangkau oleh semua orang yang ada di sekitar situ. Hanya butuh beberapa jam saja untuk membuat jualan nenek itu habis terjual. Tiba-tiba datang seorang pemuda dengan maksud membeli roti tersebut.
“Aduh sayang sekali, Nak! Rotinya sudah habis. Tapi kalau kamu masih pengen, di seberang jalan raya itu masih ada kok yang menjual roti seperti ini”
Sang nenek memberi saran. Tanpa pikir panjang lagi, sang pemuda mengikuti arah telunjuk sang nenek. Tak dinyana, tempat yang dimaksud adalah sebuah toko roti yang megah. Sedikit ragu, sang pemuda melangkahkan kakinya untuk masuk. Betapa takjubnya ia ketika mengetahui bahwa ruang jualannya tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang, melainkan hanya penjaga toko tersebut. Sementara pengunjung atau calon pembeli hanya boleh melihat dari balik kaca ruang depan dan jika ada roti yang diinginkan tinggal tunjuk saja, penjaga toko yang akan mengambilkannya. Ketakjuban sang pemuda semakin berlebih ketika tahu bahwa di dalam ruangan kaca itu, terdapat beberapa lemari kaca yang di dalamnya berjejer stoples-stoples roti yang juga terbuat dari kaca. Matanya mendapatkan roti yang diinginkannya ada di antara deretan stoples-stoples roti yang di jual itu.
“Benar kata nenek itu”, pikirnya. “Roti yang saya inginkan ada di toko ini”
Sekilas memang roti itu sama dengan yang dijual sang nenek di terminal tadi. Sang penjaga toko pun mengambilkan roti yang ditunjuk oleh sang pemuda. Ia baru mengetahui kalau setiap roti yang di dalam stoples itu masih dibungkus lagi dengan plastik. Belum habis takjubnya, sang pemuda terkejut ketika mendengar harga roti tersebut per buahnya. Rp 5.000, sepuluh kali lipat dari harga roti yang dijual oleh sang nenek. How can?
Ibroh apa yang bisa kita ambil dari kisah roti tersebut? Mahalnya kehormatan. Betapa tidak, setelah dibungkus dengan plastik, roti yang di toko itu masih diletakkan lagi di dalam stoples, dan stoples-stoples itu masih harus diletakkan dalam lemari kaca yang tertutup. Tidak cukup sampai di situ, lemari-lemari kaca itu berada di sebuah ruangan kaca di mana tidak sembarang orang boleh memasukinya.
Seyogianya, seperti itulah perempuan dalam menjaga dan memelihara kehormatannya, tidak mengumbar auratnya kecuali kepada orang yang berhak. Semakin rapat dan tertutup seorang perempuan dalam berhijab, semakin mahal nilai dirinya. Bukan nilai yang dipandang dari segi materi, tapi nilai di mata Allah dan orang-orang beriman.
Saudariku, Allah telah menganugerahkan kepada kita berupa nilai estetika, sensualitas dan kelembutan yang lebih ketimbang laki-laki. Maka, masih belum cukupkah bagi kita untuk mensyukurinya dengan menjaga dan memeliharanya sebaik mungkin?
Kita memang tidaklah secantik bidadari-bidadari surga yang bermata jeli itu. Tapi kita bisa membuat mereka cemburu kepada kita, jika kita mampu menjaga kehormatan kita, berhijab serapat mungkin, menaati suami, serta melaksanakan perintah Allah yang lainnya.
Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah.
Allahu’alam.
Add comment Oktober 9, 2009
perhiasandunia
in my way
I have my soul…its follow
I want to get something
but realize its different
I dont know why
trully make me comfort
far but beautifull
near its not
sometimes…loneliness….there is empty street I got
go ahead!
slowly but sure I can reach it…
Yes I do AGAiNST THE WORLD
its about learning in my way
Add comment September 16, 2009
perhiasandunia
CINTA
Apakah itu cinta?? ya…cinta adalah sesuatu hal yang wajib kita syukuri… aku yakin …kita semua pernah mendapatkan cinta…walaupun kita pernah mengalami sakit, karena cinta…tapi itu bukanlah akhir dari segalanya…pasti ada cinta yang lebih baik yakni cinta yang terbaik…tapi jika mendapatkan cinta yang terbaik itu..jangan pernah sia-siakan…jagalah dia dengan sepenuh hati…jangan beri dia harapan palsu…yang hanya memberikan kata-kata manis dan janji yang sama sekali tidak bertanggungjawab…karena itu hanya akan membuatnya selalu terluka…
Dari Sagita Nola Putri – Putri Minang
Add comment Agustus 10, 2009
perhiasandunia
Roma Irama
Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya isteri salehah perhiasan terindah
Setiap keindahan yang tampak oleh mata
Itulah perhiasan, perhiasan dunia
Namun yang paling indah di antara semua
Hanya isteri salehah, isteri yang salehah
Setiap keindahan perhiasan dunia
Hanya isteri salehah perhiasan terindah
Hanya isteri yang beriman
Bisa dijadikan teman
Dalam tiap kesusahan
Selalu jadi hiburan
Hanya isteri yang salehah
Yang punya cinta sejati
Yang akan tetap setia
Dari hidup sampai mati
Bahkan sampai hidup lagi
1 comment Agustus 10, 2009
perhiasandunia
Dunia bagai nerakaku
inginku gapai langit tapi Dunia ini menarikku
Ingin ku miliki akheratku tapi dunia menjeratku
inginku raih matahariku tapi dunia menjauhkanku
sabarku untuk dunia yang selalu mengejarku, menghalangiku, menghimpitku..
Kuingin melepaskan dunia ini tapi dia makin dekat denganku
Ya Allah jadika dunia di tanganku jangan di hatiku
Mudahkanlah urusan duniaku dan akheratku….
Add comment Agustus 1, 2009
perhiasandunia
Lakukan terbaik yang bisa dilakukan
Bila melihat apa yang kuhadapi sekarang banyak yang harus kupertimbangkan..banyak pilihan..semua kuanggap tantangan.. dalam kebimbangan kucoba cari jalan keluar. Kuhanya bisa merencanakan, Allahlah yang menentukan. Ya Allah Engkau Maha tahu yang tebaik buat hambaMu ini. Dalam idealita hamba ingin bisa membahagiakan orang tua segera lulus dan bekerja dengan bisa memberi sesuatu dari hasil kerja keras hamba. Tapi hingga saat ini hambamu ini belum punya penghasilan sendiri yang cukup bahkan sering kurang untuk hidup mandiri. Banyak peluang kerja yang menawari, akan tetapi berbenturan dengan waktu amanah dakwah. Amanah dakwah ini menuntutku all out, dan butuh pengorbanan waktu yang mana terbentur oleh profesionalitas tempat kerja. Kalau mo kerja masih ada amanah dakwah ayng mengharuskan sering pergi keluar kota. TAPI BILA KUPUTUSKAN BEKERJA AKU TIDAK mau meninggalkan amanah dakwah ini. Aku bingung. Tawaran mencari ppendamping sempat dijadikan solusi. Tapi aku belum menemukan dia. Dan yang membuatku khawatir apakah dia akan menerima kondisiku dan kondisi keluargaku, Aku takut jadi beban. Ya Allah tuntun hambaMu ini pada amal yang membawa kebaikan ku untuk di dunia dan diakherat…akhirnya kumemutuskan jalani apa yang dihadapan, dan berusaha melakukan terbaik yang sekarang bisa dilakukan…Ya Allah..Please…Guide me…kuingin menjadi perhiasan dunia yang paling indah yang selalu terjaga…hingga ke syurgaMu
1 comment Juli 2, 2009
perhiasandunia
PEREMPUAN SEMPURNA
Siapakah Kau, Perempuan Sempurna?
Sebuah Catatan Kecil Afifah Afra
Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?
Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya.
Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim. Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah. Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti.
Ini terjemah ayat tersebut:
66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.
66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,
66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.
SEBUAH KONTRADIKSI
Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman. Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu?
IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami saya! Tak ada apa-apanya, bukan?). Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…
Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbakumul a’la.” Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…
PEREMPUAN SEMPURNA
Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:
“Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).
Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).
Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah IF dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu?
Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-reba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami. Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib kw, seorang pemuda mukmin yang tangguh.
Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri. Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.
Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina?
Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…
JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita
Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama. Namun, jemari akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman. Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.
Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”
Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah!
Wallahu a’lam bish-shawwab.
Add comment Juni 17, 2009
perhiasandunia
Istiqomah di jalan Allah
Istiqamah menurut bahasa berarti tetap teguh, terus menerus, kontinyu,
konsisten atau teguh pendirian.
Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah
diperintahkan kepada kamu”. (Hud, 11 : 112)
Kemudian Allah berfirman tentang keistimewaan yang diberikan kepada orang
yang beristiqamah :
”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian
mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka
(untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa
sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan
Allah kepadamu “. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan
dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dan Tuhan yang
maha pengampun lagi maha penyayang (Fushilat, 41 :30-32).
Dari ayat diatas ada tiga janji Allah kepada orang yang bersitiqamah :
1. Akan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui
malaikat-malaikatnya
2. Akan terbebas dari rasa takut dan rasa sedih dari apapun yang menimpanya
3. Akan dipenuhi apa yang diinginkan baik di kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam ayat diatas di jelaskan bahwa orang yang iman kepada kepada Allah
kemudian bersitiqamah maka akan dibebaskan dari rasa takut (khouf) dan rasa
sedih (Khazn).
Orang yang bersitiqamah dalam kebenaran Allah akan menjadi orang yang bebas
dan merdeka, hidupnya akan tenang karena dia hanya bersandar kepada Allah
SWT.
Ketika kita Istiqamah pada garis perintah Allah, maka ini mengandung nilai
atau bobot yang luar biasa. Ini dikarenakan salah satu sifat manusia adalah
memiliki hati yang berbolak-balik mempunyai iman yang bertambah dan
berkurang dikarenakan dia berinteraksi dengan lingkungannya dimana akan
memberikan pengaruh pada hati dan pikirannya sehingga imannya akan diuji.
Disinilah letak keistimewaan orang yang istiqamah yang tetap berjalan dalam
garis lurus, garis kontinum dalam perintah Allah. Sehingga dia akan teguh
pendirian kepada kebenaran yang telah dianjurkan oleh Allah dan Rasulnya.
Selanjutnya dalam kehidupan kita, dalam hal apa kita istiqamah di bagi
menjadi beberapa bagian :
1. Istiqamah dalam keyakinan (iman)
2. istiqamah dalam ibadah (ritual) yang sudah ditetapkan waktu dan kadarnya
3. Istiqamah dalam syariat (aturan) formal dari agama
4. istiqamah dalam inti pemikiran, prinsip kebenaran
5. Istiqamah dalam amaliah, tindakan yang benar
6. istiqamah dalam perjuangan di jalan Allah.
Apabila kita dapat istiqamah dalam hal-hal diatas maka sungguh akan
dianugerahkan kepada kita 3 hal :
1. Fadlilah (keutamaan), baik keutamaan dalam sifat (nama baik, pengaruh,
martabat).
Kita bisa melihat dalam kehidupan sehari-hari bagaimana banyak sekali orang
yang dikatakan memiliki jabatan, memiliki kedudukan di dunia akan tetapi
dalam hidupnya sehari-hari banyak tidak dipercaya oleh orang dan
pengikutnya. Dia di hujat dan bahkan dihinakan. Tapi kita juga sering
melihat orang yang biasa-biasa saja, sepertinya ilmu dan keahliannya tidak
terlalu tinggi. Tapi oleh Allah Swt dia diberi kemampuan yang lebih dalam
menyelesaikan masalah. Inilah salah satu buah dari istiqamah.
2. Ma’unah (pertolongan), pertolongan yang diberikan kepada Allah Swt kepada
kita melebihi kemampuan sebenarnya yang kita mampu.
Ketika kita mendapatkan beban hidup, ujian yang berat maka jalan yang
terbaik adalah istiqamah dalam ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Apapun
ibadah itu meskipun kecil, asal dapat dilakukan dengan istiqamah/ terus
menerus akan bernilai sangat besar karena kita istiqamah (ajek, terus
menerus, konsisten).
Dan selanjutnya Allah Swt akan memberikan pertolongan dan Allah Swt akan
memberikan kepada kita kekuatan berlipat dari yang kita bisa untuk
menanggung dan menjalani beban dan ujian hidup.
3. Karomah (keistimewaan, kemuliaan).
Ini adalah derajat tertinggi buah dari istiqamah. Karena kedekatan dengan
Allah Swt sampailah dia pada titik, tidak takut dan tidak sedih sedikitpun
terhadap apa yag menimpa kepada dirinya.
Orang seperti ini sudah tidak ada sama sekali keinginan terhadap dunia dalam
arti yang sesungguhnya. Karena kepasrahan yang sangat tinggi kepada Allah
Swt. Kaya, miskin, dipuji, dihujat. Tidak ada bedanya bagi dia. Dia hidup
sudah tidak lagi untuk dunia itu sendiri. Akan tetapi dunia justru akan
datang kepadanya. Inilah yang disebut para Wali Allah (waliullah).
Tanda-tanda orang yang seperti ini adalah dalam hidupnya sama sekali tidak
ada takut(khouf) dan sedih (Khazn).
Selanjutnya, karena istiqamah ini adalah merupakan sebuah garis, bukan
titik. Dia memerlukan waktu untuk membuktikan kesetiaan kepada kebenaran
ajaran Allah Swt, maka istiqamah harus bergandengan dengan sabar. Sabar
dalam menjalankan perintahnya sabar dalam menjauhi larangannya.
Dengan istiqamah dan sabar ini kita layak untuk mendapat pahala dan balasan
surga dari Allah Swt. Perlu kita ketahui bahwa pahala tidak identik dengan
upah. Apabila upah maka dia akan sebanding dengan pengorbanan yang
dilakukan. Akan tetapi pahala tidak selalu sebanding dengan yang dilakukan.
Karena disitu ada Rahmat Allah yang masuk.
Kebaikan yang kita lakukan sebenarnya terlalu kecil untuk mendapatkan
balasan yang istimewa dari Allah karena yang Allah berikan kepada kita jauh
lebih besar. Yang kita terima ini lebih besar dari apa yang kita lakukan
karena Allah Swt memiliki sifat ArRahman.
Inilah membuktikan bahwa apa yang kita peroleh, apa yang kita dapatkan dan
kita capai sebenarnya bukanlah semata-mata hasil dari upaya kita. Didalamnya
ada Rahmat dari Allah Swt yang jauh lebih besar.
Oleh karena marilah dalam hidup ini kita lengkapi dengan tiga hal yang akan
mengantarkan kita kepada kesuksesan dalam arti yang sesungguhnya, tiga hal
itu adalah :
1. Ilmu
2. Kerja/ usaha
3. Do’a
Tiga hal ini harus dilakukan secara utuh, secara bersama-sama karena kerja
saja tanpa dilandasi dengan ilmu (kecerdasan) dia tidak akan memiliki
kekuatan untuk berlipat. Dan kerja dan ilmu saja tanpa dilandasi dengan do’a
yang akan menurunkan Rahmat Allah maka sangat mungkin hasil kerja tersebut
akan bercampur dengan kefasikan dan kesombongan yang akan menurunkan
bencana.
Akhirnya marilah kita tetap istiqamah dalam kebenaran ajaran Allah dan
Rasulnya. Hidup istiqamah dalam kerja, ilmu dan Do’a.
*******
by arland
from : KH A. Hasyim Muzadi
Add comment Mei 22, 2009
perhiasandunia
PENANTIAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran sseorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.
Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.
Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.
Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.
Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….
Wassalam…
Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya…cukuplah dengan itu hilan harga dirinya…di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah. PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN.
http://ahmadtaufiq.multiply.com
1 comment April 30, 2009
perhiasandunia
Harapan itu masih ada ( Opening album Shoutul Harokah )
10 tahun terakhir …4 kali nahkota bahtera negeri ini berganti
10 tahun terakhir… pemegang amanat semakin tidak bisa dipercaya , mereka semakin rakus merampas hak-hak rakyat jelata
10 tahun terakhir… malapetaka selalu menghantam negeri ini ( tsunami, banjir, longsor dan bermacam penyakit silih berganti ) merontokkan anak anak negeri
10 tahun terakhir… orang-orang lapar dan orang -orang menganggur semakin tidak tehitung jumlahnya
10 tahun terakhir… kemaksiatan dan tindak kejahatan sangat sulit dihentikan, rasa malu dan rasa peduli terasa semakin menjauh
Adakah harapan dan asa di negeri ini?
Mungkinkah Allah berkenan untuk mencurahkan berkah dan rahmatNya?
Apakah kita berhak untuk berkuasa dan memimpin negeri ini?
Pantaskah kita melayani orang-orang yang bosan dengan janji-janji para PENIPU?
Ingatlah saudaraku,
Arah dan tujuan kita jangan berubah!
Langkah harus semakin tegap!
karena perubahan adalah kepastian!
Bangkitkan semangat dan rebut setiap peluang!
jangan sibuk dengan hal yang tidak penting!
Lenyapkan keraguan!
dan yakinlah Allah pasti membimbing kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki
Bangkitlah negeriku bersama Partai Kita Semua! Allahu Akbar! Jangan lupa Pojok Kanan Atas No. 8
Add comment Maret 23, 2009
perhiasandunia
| Previous Posts |