Istiqomah di jalan Allah   3 comments

Istiqamah menurut bahasa berarti tetap teguh, terus menerus, kontinyu,
konsisten atau teguh pendirian.
Allah SWT berfirman, yang artinya :
“Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah
diperintahkan kepada kamu”. (Hud, 11 : 112)

Kemudian Allah berfirman tentang keistimewaan yang diberikan kepada orang
yang beristiqamah :
”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian
mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka
(untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa
sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan
Allah kepadamu “. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan
dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan
memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dan Tuhan yang
maha pengampun lagi maha penyayang (Fushilat, 41 :30-32).

Dari ayat diatas ada tiga janji Allah kepada orang yang bersitiqamah :

1. Akan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui
malaikat-malaikatnya
2. Akan terbebas dari rasa takut dan rasa sedih dari apapun yang menimpanya
3. Akan dipenuhi apa yang diinginkan baik di kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam ayat diatas di jelaskan bahwa orang yang iman kepada kepada Allah
kemudian bersitiqamah maka akan dibebaskan dari rasa takut (khouf) dan rasa
sedih (Khazn).
Orang yang bersitiqamah dalam kebenaran Allah akan menjadi orang yang bebas
dan merdeka, hidupnya akan tenang karena dia hanya bersandar kepada Allah
SWT.

Ketika kita Istiqamah pada garis perintah Allah, maka ini mengandung nilai
atau bobot yang luar biasa. Ini dikarenakan salah satu sifat manusia adalah
memiliki hati yang berbolak-balik mempunyai iman yang bertambah dan
berkurang dikarenakan dia berinteraksi dengan lingkungannya dimana akan
memberikan pengaruh pada hati dan pikirannya sehingga imannya akan diuji.
Disinilah letak keistimewaan orang yang istiqamah yang tetap berjalan dalam
garis lurus, garis kontinum dalam perintah Allah. Sehingga dia akan teguh
pendirian kepada kebenaran yang telah dianjurkan oleh Allah dan Rasulnya.

Selanjutnya dalam kehidupan kita, dalam hal apa kita istiqamah di bagi
menjadi beberapa bagian :
1. Istiqamah dalam keyakinan (iman)
2. istiqamah dalam ibadah (ritual) yang sudah ditetapkan waktu dan kadarnya
3. Istiqamah dalam syariat (aturan) formal dari agama
4. istiqamah dalam inti pemikiran, prinsip kebenaran
5. Istiqamah dalam amaliah, tindakan yang benar
6. istiqamah dalam perjuangan di jalan Allah.

Apabila kita dapat istiqamah dalam hal-hal diatas maka sungguh akan
dianugerahkan kepada kita 3 hal :

1. Fadlilah (keutamaan), baik keutamaan dalam sifat (nama baik, pengaruh,
martabat).
Kita bisa melihat dalam kehidupan sehari-hari bagaimana banyak sekali orang
yang dikatakan memiliki jabatan, memiliki kedudukan di dunia akan tetapi
dalam hidupnya sehari-hari banyak tidak dipercaya oleh orang dan
pengikutnya. Dia di hujat dan bahkan dihinakan. Tapi kita juga sering
melihat orang yang biasa-biasa saja, sepertinya ilmu dan keahliannya tidak
terlalu tinggi. Tapi oleh Allah Swt dia diberi kemampuan yang lebih dalam
menyelesaikan masalah. Inilah salah satu buah dari istiqamah.

2. Ma’unah (pertolongan), pertolongan yang diberikan kepada Allah Swt kepada
kita melebihi kemampuan sebenarnya yang kita mampu.
Ketika kita mendapatkan beban hidup, ujian yang berat maka jalan yang
terbaik adalah istiqamah dalam ibadah mendekatkan diri kepada Allah. Apapun
ibadah itu meskipun kecil, asal dapat dilakukan dengan istiqamah/ terus
menerus akan bernilai sangat besar karena kita istiqamah (ajek, terus
menerus, konsisten).
Dan selanjutnya Allah Swt akan memberikan pertolongan dan Allah Swt akan
memberikan kepada kita kekuatan berlipat dari yang kita bisa untuk
menanggung dan menjalani beban dan ujian hidup.

3. Karomah (keistimewaan, kemuliaan).
Ini adalah derajat tertinggi buah dari istiqamah. Karena kedekatan dengan
Allah Swt sampailah dia pada titik, tidak takut dan tidak sedih sedikitpun
terhadap apa yag menimpa kepada dirinya.
Orang seperti ini sudah tidak ada sama sekali keinginan terhadap dunia dalam
arti yang sesungguhnya. Karena kepasrahan yang sangat tinggi kepada Allah
Swt. Kaya, miskin, dipuji, dihujat. Tidak ada bedanya bagi dia. Dia hidup
sudah tidak lagi untuk dunia itu sendiri. Akan tetapi dunia justru akan
datang kepadanya. Inilah yang disebut para Wali Allah (waliullah).
Tanda-tanda orang yang seperti ini adalah dalam hidupnya sama sekali tidak
ada takut(khouf) dan sedih (Khazn).

Selanjutnya, karena istiqamah ini adalah merupakan sebuah garis, bukan
titik. Dia memerlukan waktu untuk membuktikan kesetiaan kepada kebenaran
ajaran Allah Swt, maka istiqamah harus bergandengan dengan sabar. Sabar
dalam menjalankan perintahnya sabar dalam menjauhi larangannya.

Dengan istiqamah dan sabar ini kita layak untuk mendapat pahala dan balasan
surga dari Allah Swt. Perlu kita ketahui bahwa pahala tidak identik dengan
upah. Apabila upah maka dia akan sebanding dengan pengorbanan yang
dilakukan. Akan tetapi pahala tidak selalu sebanding dengan yang dilakukan.
Karena disitu ada Rahmat Allah yang masuk.
Kebaikan yang kita lakukan sebenarnya terlalu kecil untuk mendapatkan
balasan yang istimewa dari Allah karena yang Allah berikan kepada kita jauh
lebih besar. Yang kita terima ini lebih besar dari apa yang kita lakukan
karena Allah Swt memiliki sifat ArRahman.

Inilah membuktikan bahwa apa yang kita peroleh, apa yang kita dapatkan dan
kita capai sebenarnya bukanlah semata-mata hasil dari upaya kita. Didalamnya
ada Rahmat dari Allah Swt yang jauh lebih besar.

Oleh karena marilah dalam hidup ini kita lengkapi dengan tiga hal yang akan
mengantarkan kita kepada kesuksesan dalam arti yang sesungguhnya, tiga hal
itu adalah :
1. Ilmu
2. Kerja/ usaha
3. Do’a

Tiga hal ini harus dilakukan secara utuh, secara bersama-sama karena kerja
saja tanpa dilandasi dengan ilmu (kecerdasan) dia tidak akan memiliki
kekuatan untuk berlipat. Dan kerja dan ilmu saja tanpa dilandasi dengan do’a
yang akan menurunkan Rahmat Allah maka sangat mungkin hasil kerja tersebut
akan bercampur dengan kefasikan dan kesombongan yang akan menurunkan
bencana.

Akhirnya marilah kita tetap istiqamah dalam kebenaran ajaran Allah dan
Rasulnya. Hidup istiqamah dalam kerja, ilmu dan Do’a.

*******
by arland
from : KH A. Hasyim Muzadi

Posted Mei 22, 2009 by perhiasandunia in 1

3 responses to “Istiqomah di jalan Allah

Subscribe to comments with RSS.

  1. Alhamdulilah…..,

  2. alhamdulillah, seperti sinar yang menyinari hatiku

  3. ternyata……….istiqamah tidak semudah mengucapkannya………tapi sulit dalam pelaksanaan……..artikel diatas menambah kuat keinginanku untuk istiqamah…….yaa……istiqamah lagi………bismillaah……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.027 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: