tahap-tahap psikoterpi   Leave a comment

TAHAP-TAHAP PSIKOTERAPI

Setelah mengatahui tujuan terapi perlu mengetahui tahapan-tahapan dalam terapi.

A. Wawancara
Terapis akan mengetahui keluhan atau permasalahan klien. Dalam tahap ini perlu dikemukakan :
• Aturan-aturan apa saja yang perlu diketahui oleh klien.
• Apa yang akan dilakukan oleh terapis
• Apa yang diharapkan klien
• Adanya persekutuan antara klien dengan terapis untuk melawan masalah yang dihadapi klien.
• Perlu dibina rapport, yaitu hubungan yang menimbulkan keyakinan dan kepercayaan klien bahwa ia akan dapat ditolong. Tanpa ini klien akan lari sebelum mulai. Terapi tidak akan berjalan seperti yang diharapkan.
• Perlu dikembangkan komitmen klien untuk menjalankan perannya sebagai klien.
• Kontrak terapeutik, perlu pula dikemukakan.
• Persetujuan antara tugas klien dan tugas terapis kapan dan dimana terapi dilakukan dan berapa lama.
• Kemukakan tujuan yang akan dicapai oleh klien dalam trapi. Apa yang dapat dijanjikan terapis dan apa yang dapat diharapkan oleh klien
• Untuk menyakinkan klien perlu dikemukakan keberhasilan yang telah dialami terapis untuk kasus-kasus yang sama. Atau dapat dikemukakan hasil penelitian tentang efektivitas pendekatan yang digunakan terapis.
Tugas terapis adalah memberikan perhatian penuh dan mendengarkan dengan seksama apa yang diungkapkan oleh klien.
Tugas klien adalah menceritakan semuanya pada terapis. Jangan sampai terbalik bahwa terapis yang banyak bicara dank lien yang mendengarkan.
Terapis banyak memberikan nasehat dank lien hanya mendengarkan saja. Kalau sampai terjadi seperti ini berarti bukan merupakan proses psikoterapi tetapi konsultasi.

B. Proses Terapi
Tahap kedua dari psikoterapi adalah proses terapi. Supaya terjadi komunikasi yang mengalir dengan baik perlu dilakukan hal-hal sbb:
• Mengkaji pengalaman klien
• Menggali pengalaman masa lalu
• Mengkaji hubungan antara terapis dank lien saat ini dan di sini
• Melakukan pengenalan, jenjelasan, dan pengartian perasaan dan arti-arti pribadi pengalaman klien

C. Pengertian ke Tindakan
Tahap ini dilakukan pada saat menjelang terapi berakhir.
Hal-hal yang perlu dilakukan terapis dan klien :
• Disini terapis mengkaji bersama klien tentang apa yang telah dipelajari klien selama terapi berlangsung.
• Apa yang telah diketahui klien akan diterapkan dalam kehidupannya nanti.

D. Mengakhiri Terapi
Terapi dapat diakhiri kalau tujuan telah tercapai. Atau apabila klien tidak melanjutkan terapi.
Demikian juga terapis dapat mengakhiri terapi kalau ia tidak dapat lagi menolong kliennya, ia mungkin dirujuk
Klien harus diberitahu beberapa waktu sebelum pengakhiran terapi, hal ini penting karena klien akan menghadapi lingkungannya nanti sendiri tapa bantuan terapis.
Ketergantungannya kepada terapis selama ini sedikit-sedikit harus dihilangkan dengan menumbuhkan kemandirian klien.

INTERVENSI DASAR

Tiap terapi (Pend. Psikodinamika, humanistic, atau perilaku) slalu membutuhkan intervensi dasar.
Ketrampilan intervensi dasar ini sangat berguna antar lain:
• Profesional akan terpercaya
• Klien akan yakin bahwa professional akan dapat menolong permasalahan yang sedang dihadapinya.
• Klien akan merasa dimengerti sehingga ia akan dapat lebih mudah untuk berubah
• Kerja sama yang baik akan terbina bilamana professional dapat menunjukkan ketrampilannya dalam intervensinya.
Menurut Korchin (1979) perlu adanya kondisi-kondisi yang perlu dicapai dalam psikologi :
• Psikoterapi merupakan kesempatan untuk belajar
• Dalam psikoterapi individu mengalami bukan hanya membicarakan pengalamannya.
• Hubungan yang menyembuhkan.
• Motivasi, keyakinan, dan harapan klien perlu ada dalam tiap proses psikoterapi.

BEBERAPA INTERVENSI DASAR

Untuk mencapai tujuan ada beberapa intervensi yang perlu diketahui dan dikuasai. Beberapa intervensi tersebut adalah:
1. Bertanya.

Untuk bertanya sebagai intervensi perlu dilakukan dengan teknik tertentu. Yaitu bertanya tapi bukan dengan kalimat Tanya yang dimulai dengan kata Tanya tetapi dengan pernyataan. Lebih baik lagi bila dikaitkan dengan apa yang dikemukakan klien sebelumnya.
Contoh :
“Anda tadi telah menceritakan ttg….padahal keluhan anda adalah ttg….. Saya ingin tahu lebih lanjut tentang…..Mungkin anda dapat menceritakan tentang hal tersebut sekarang.”

Yang perlu diperhatikan lagi dalam bertanya adalah observasi yang teliti tentang ekspresi wajah, gerak tangan dan tubuh klien. Komunikasi non verbal ini merupakan sumber informasi yang kaya akan apa yang sedang dialimi klien saat itu.

2. Penjelasan

Data yang terkumpul harus akurat. Hal-hal yang kurang jelas perlu dimintakan penjelasannya.
Contoh :
“Anda mengatakan bahwa hubungan anda dengan bos kurang baik. Saya ingin kejelasan tentang perasaan Anda terhadap hubungan yang kurang baik ini. Anda merasa terpojok dalam hubungan ini., Mungkin Anda dapat menerangkan lebih lanjut tentang perasaan terpojok ini ?”

3. Eksklamasi

Yaitu kata-kata atau gerakan yang menyatakan menyetujui, mengerti, ataupun tidak menyetujui akan apa yang dikemukakan oleh klien. Kata-kata “Hhh..hhm”, “Ya” atau anggukan kepala, gelengan kepala adalah contoh eksklamasi. Juga kita harus perhatian penuh terhadap apa yang dikemukakan klien.

4. Konfrontasi

Adalah intervensi yang ampuh apabila dilakukan dengan tepat. Intervensi ini dilakukan kalau hubungan terapis dengan kliennya telah terbina dengan baik. Klien harus siap untuk menerimanya.
Konfrontasi dapat dilakukan apabila klien menghindari suatu topic atau berhenti membicarakan suatu hal. Sebaiknya konfrontasi tidak dilakukan dilakukan pada awal terapi karena akan menakutkan klien.

5. Interpretasi

Yaitu intervensi yang harus sangat hati-hati dalam melakukannya. Hal ini dapat dilakukan apabila data telah terkumpul dan cukup untuk diberi arti tertentu.
Interpretasi adalah suatu asumsi bukan sebagai suatu kenyataan. Jadi dalam mengemukakan pun harus hati-hati. Kata-kata seperti “mungkin, sepertinya, nampaknya, kelihatannya” perlu dikemukakan sebelum interpretasi diungkapkan. Ini dilakukan apabila klien siap menerimanya.`

Posted Januari 12, 2009 by perhiasandunia in 1

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: