GO Kuliah Pra Nikah: Cobaan Dahsyat Menjelang Pernikahan” by: Ummu Ayyubi   3 comments

Seseorang yang sudah berani menyatakan untuk menikah, berarti telah siap mengubah perjalanan hidupnya. Dari kesendirian kala tidur, kala makan, kala melewati hari-hari, kala senang, kala susah menjadi tidak sendiri lagi. Akan ada orang lain yang senantiasa menemaninya. Menikah adalah membenturkan idealitas dan realitas. Idealitas itu adalah angan-angan, cita-cita, keinginan, harapan, cita-cita, mimpi, target yang akan di raih. Idealitasnya membayangkan tentang calon pasangan hidup yang sempurna. But realitasnya di lapangan berbeda. Misal sebelum menikah seorang berkepribadian melankolis membayangkan bahwa pasangannya akan membantu pekerjaan mencuci bajunya, sehingga dia bisa giat bekerja, pulang kerja disediakan makanan, capek dipijit. STOP “ itu khayalan suami”. Namun setelah menikah, justru dia yang mencuci baju, karena sang istri alergi sabun, setiap hari istri mengeluh badannya pegal-pegal dan punggung sakit malah dia yang jadi tukang pijit. Itu REALITAS! So..boleh menggantungkan angan-angan setinggi langit tapi jangan lupa kita masih menginjakkan kaki di bumi. Tidak sedikit pasangan muda mengalami stress setelah beberapa bulan menikah. Kurang lebih 3-12 bulan pertama nikah. Stress itu berkurang setelah satu tahun pernikahan dan bila perekonomian sudah stabil sehingga ketenangan rumah tangga mulai terasa manis.
Ujian Pra Nikah
KULTUR
Karena perbedaan budaya, adat istiadat atau kebiasaan masing-masing.
Contoh: ada suku bangsa tertentu yang melarang orang dari suku tersebut menikah dengan suku bangsa X Karena mereka mengganggap suku X tidak baik.
Untuk menyikapi perbedaan kultur ini, alangkah baiknya jika calon pasangan diperkenalkan dengan baik kepada kedua orang tua masing-masing. Lakukanlah pendekatan yang bijak dan simpatik. Tunjukkan bahwa calon pasangan yang dipilih dia seorang muslim yang baik agamanya .
TIDAK DISETUJUI CALON MERTUA
Contoh: Ada sahabat yang ingin menikah ketika melamar akhwat ( muslimah ) pernah ditolak 16 kali dan 70% penyebab ditolaknya alasan simple karena sahabat tersebut belum memiliki pekerjaan tetap dan belum lulus kuliah. Tapi tenang aja , ditolak mertua bukan akhir segalanya. Sebelum memutuskan mengundurkan diri, lakukanlah beberapa perbaikan diri sehingga calon mertua senang pada kita. Artinya Mundur untuk siasat perang.
BELUM SELESAI KULIAH
Contoh: Rencana pernikahan terhalang karena status pihak perempuan yang masih kuliah. Orang tua pihak perempuan tidak setuju putrinya menikah karena dia belum lulus , ortu tidak ingin cita-cita melihat putri kesayangannya menjadi dokter kandas karena pernikahan menurut bapaknya bisa ditunda. But jangan khawatir Jangan Putus asa tunjukkan bahwa factor pendidikan belum tuntas bukan kendala. Contoh lain: Bapak Didin Hafizuddin seorang ahli zakat Indonesia. Beliau menikah ketika sedang kuliah dan terpaksa lulus dengan predikat cum laude. Masalah ini terletak pada diri sendiri, yang terpenting adalah meyakinkan camer dengan komunikasi yang baik dan berikan bukti sebagai suami yang bertanggung jawab
BANYAK PILIH-PILIH
Memilih pasangan yang baik adalah suatu kewajiban. Rasulullah bersabda” Perempuan itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena status orang tuanya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka kamu akan memperoleh keuntungan yang tak terhinggga ( HR.Bukhari ). PRIORITASKAN karena agamanya!karena:
a. Meski dari segi dunia sempurna namun karena secara agama kurang, maka ia kesulitan membimbing pasangannya. Perbedaan-perbedan terus terbuka contoh akhlaknya yang kurang baik terlihat: makan berdiri, kurang menjaga aurat, shopaholic,. ini akan menjadikan konflik
b. Pernikahan kurang barokah karena niatnya sudah melenceng. Bukan lagi karena mengharap ridho Allah melainkan karena fisiknya yang ganteng atau cantik.Seorang saleh berkata:” sungguh, jika seorang itu mencintai kekasihnya karena dunianya, niscaya Allah akan membuatnya kecewa.”.Saudaraku, jangan menikah karena dunianya, yang menikah karena aganya pun terkadang masih diuji menyangkut tentang perbedaan karakter. Jadi kita tidak perlu menambah masalah lagi dengan menikahi seseorang karena dunianya. Capek lahir batin.

BELUM PUNYA PEKERJAAN
Hukum menikah, pada asalnya mubah. Dapat berubah menjadi makhruh manakala seseorang itu sudah tidak pandai menahan syahwatnya, namun belum mampu menikah, baik secara ekonomi maupun fisik. Selain itu orang tua tentu tidak ingin melihat anaknya hidup sengsara, kelaparan dan menderita setelah menikah, maka camer memilih menantunya yang sudah punya pekerjaan. Maka sebagai calon pengantin khususnya laki-laki sebaiknya bekerjalah. Kerjakan apa yang kira-kira mampu dilakukan, jangan terlalu mengkhayal dengna kemapanan. Yang penting usaha/ berwiraswasta sendiri, meski gaji kecil setidaknya mampu enepis kemakhruhan itu juga mencukupi kebutuhan.
PENDIDIKAN TIDAK SEPADAN
Contoh: Laki-laki lulusan SI sedangkan akhwatnya lulusan S-2. kuncinya untuk ini adalah tidak mempermasalahkan status pendidikan dan bersikap saling menghargai dan menghormati
USIA
Laki-lakinya yang lebih tua atau wanitanya yang lebih tua.. Konflik karena factor ini adalah karena memang factor kematangna dan kedewasaan. Untuk mengatasinya adalah dengan komitmen dan saling menyayangi. Bersikap lemah lembut dan Saling mengingatkan.
FAKTOR TAMPANG/PENAMPILAN FISIK
Seorang ditolak karena dia kurang ganteng ato kurang cantik. Padahal yang namanya kecantikan dan ketampanan adalah suatu hal yang relative. QS.At-Tiin: 4 Allah menciptakan makhluk dalam sebaik-baik bentuk.. Maka ini harus diatasi dengan Bersyukur pada Allah SWT. Tidak ada ciptaan Allah SWT yang jelek semua sudah diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tugas calon pengantin adalah merawat dan mempersiapkan fisik dengan baik.

Cukup ini yang bisa penulis paparkan, mungkin masih banyak kekurangannya,

Syukran jazakumullah khairan katsir telah membaca…

SEMOGA BERMANFAAT

Posted Februari 3, 2009 by perhiasandunia in 1

3 responses to “GO Kuliah Pra Nikah: Cobaan Dahsyat Menjelang Pernikahan” by: Ummu Ayyubi

Subscribe to comments with RSS.

  1. terimakasih atas informasinya

  2. gimana kalo dah mau nikah trs salah satu dari pasangan melakukan perselingkuhan?????

    • waduh, belum menikah aja sudah selingkuh…apalagi ntar giman tuh klo sudah menikah? bisa jadi berabe..so klo memang sudah jelas skandalnya…coba dipertimbangkan lagi…mau gak nikah sama peselingkuh seperti itu?klo saran saya..cari yang lain Mas,..masih banyak kok wanita yang lebih shaliha … ingat menikah dalam islam bernialai ibadah..penyempurnaan setengah dien…klo pasangan kita sudah berbuat seperti itu, saya kira tidak masuk kualifikasi perhiasan dunia yang paling indah ( wanita shaliha )..semoga bisa menjawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: