VALENTINE DAYS IS KRISIS CINTA   Leave a comment

14 Febuari …tiba-tiba …toko-toko bertaburan beraneka ragam kue-kue , jajanan, kudapan coklat. Bentuknya unik-unik memang…dibungkus dengan paduan romantis warna pink. SMS bertebaran pesan-pesan cinta. Demam cinta dimana-mana. Cinta yang bermakna sempit, seolah-olah hari itu hanya milik pasangan 2 insan kekasih saja. Ajang legalisasi hubungan muda-mudi yang tidak punya hubungan apa-apa…Negeri ini sedang dilanda krisis bahkan dunia ini pun juga sedang dilanda krisis. Lebih hebat dari multi krisis yang ada, Ada krisis yang lebih hebat dari Krisis Ekonomi global, Global warming, Krisisis moral… ia adalah KRISIS CINTA…Kenapa? karena cinta hanya dimaknai dengan nyanyian melo-melo, sebungkus coklat, ungkapan cinta bernafaskan nafsu saja..Mau jadi apa generasi seperti ini. Dunia ini akan dibawa kemana kalau pemudanya seperti ini. Mereka mengagungkan cinta lawan jenis dengan cara yang praktis seperti ini. Milihnya pacaran…tapi klo ditantang menikah??? kabur… gAK gENTLE banget. PANTAS saja dunia ini masih morat-marit, banyak konflik, kemiskinan dimana-mana, perang, rebut sana-rebut sini, kriminal meningkat, bencana lam jadi langganan dan krisis kepemimpinan. Sebenarnya cinta apaan sih?Padahal dalam diri setiap anak adam, Allah beri berbagai mcam perasaan. Perasaan ini bersifat mendasar, batiniah dan letaknya ada di dalam hati. Salah satu perasaan itu adalah CINTA. Apa itu cinta? Bagi seorang kapitalis: cinta harus memiliki, seorang sosialis : cinta tidak harus memiliki, seorang komunis: lebih baik mati dari pada hidup tanpa cinta, borjuis: cinta dapat dibeli pake uang, sedangkan seorang religius: cinta itu ibadah. Beda –beda memang orang merefleksikan rasa cintanya. Tapi yang jelas cinta identik dengan rasa kasih sayang. Yaitu kecenderungan dan ketertarikan seseorang secara mendalam pada seseorang yang lain. Atau kepada selain manusia yakni pada benda-benda atau makhluk Allah yang lain. Ato bahkan cinta tertinggi yaitu pada Allah SWT, Tuhan semesta alam ini. Disini saya mengkhususkan Cinta sesama manusia. Ini penting dan utama meski diingat cinta pada Allah adalah suatu cinta sejati yang utama dan agung. Kenapa ada cinta? Kecenderungan hati yang mendalam karena ada daya tarik yang menyenangkan dan menenangkan hatinya. Daya tarik itu ada beberapa bentuknya, diantaranya: kecantikan , ilmu, kepemimpinan, jasa, hubungan darah, kekuatan , akhlak dan lain-lain. Karena faktor inilah manusia saling tertarik dengan manusia lain. Maka tumbuhlah rasa kasih sayang sedikit demi sedikit secara mendalam. Bila cinta sudah mendalam, seseorang itu jadi mahsuk atau mabuk cinta. Bila tidak terkontrol maka akan menyebabkan gila, ini yang sering disebut cinta itu Gila.

Dengan cinta seorang memberikan perhatian, perasaan, dan jiwa raganya untuk orang yang dicintainya. Beberapa pengorbanan akan dilakukan untuk orang yang dicintainya. Tidak ada rasa susah, capek atopun keluhan dalam usaha-usaha pengorbanan itu. Contoh: seorang wanita ada yang berani meninggalkan orang tuanya demi cinta pada lelaki calon suaminya. Sampai-sampai dia rela dihina dan dibenci oleh keluarga dan masyarakat.

Adanya perbedaan sebab-sebab cinta itu maka sifat dan kesan cinta itu berbeda-beda. Tergantung kepada siapa dan mengapa cinta itu tumbuh. Cinta pada Ibu bapak beda dengan cinta pada istri. Cinta rakyat pada pimpinannya.

Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa cinta dan kasih para Sahabat yang sungguh mendalam terhadap Rasulullah SAW dan sebaliknya, telah membuat mereka berjuang dan berkorban habis-habisan. Hingga nyawa pun sanggup dikorbankan demi cinta. Al hasil dalam tempo yang sekejap saja, Islam telah membentuk negara dan menguasai tiga perempat dunia.

Demikian bukti bahwa dengan cinta, manusia rela mengorbankan lebih masa dan tenaga hingga memperoleh hasil yang luar biasa. Sedangkan tanpa cinta, sesuatu kerja itu dibuat dengan sambil lalu dan hasilnya mengecewakan! Sebab itu kita mesti pandai mengisi ruangan cinta ini. Ia sangat besar manfaatnya kepada kehidupan manusia. Kita patut usahakan agar tumbuh cinta sesama manusia supaya buahnya yang lebat lagi manis itu dapat kita capai bersama.

Tapi sayang sekali hari ini, dunia sudah ketandusan cinta. Orang miskin tidak sayang pada orang kaya, rakyat tidak sayang pada raja atau ketua negaranya, masyarakat tidak sayang pada ulama, bahkan anak-anak tidak sayang ibu bapa dan isteri tidak menyayangi suami. Benci-membenci jadi budaya tradisi yang membuatkan manusia terhina dengan segala bentuk krisis dan masalah sesamanya. Kaki tangan pejabat mencaci-caci boss mereka di belakangnya. Orang politik saling menjatuhkan, ulama dihina-hina oleh masyarakat, menteri-menteri dimusuhi oleh berbagai lapisan masyarakat dan jadi bahan bualan yang negatif. AKIBAT KRISIS CINTA!

Demikian seterusnya yang berlaku dalam realitas hidup hari ini akibat tidak adanya sifat-sifat yang cantik untuk membuat manusia saling jatuh hati dan saling mencintai.
Mana kasih sayang pengikat perpaduan manusia?
Mana keharmonian hidup, ketenangan serta kepuasan?
Kita rindu untuk melihat orang kaya mengasihi orang miskin dan si miskin membalas kasih si kaya.
Hingga mereka bekerjasama dengan penuh harmoni dan mesra.
stop krisis CINTA sekarang juga…mari kembalilah pada cinta secara vertikal HABLIMINNALLAH ( Cinta pada Allah SWT ) dan Cinta horizontal ( HABLUMINANNASS ) cinta sesama manusia

Posted Februari 15, 2009 by perhiasandunia in 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: