DAKWAH ‘Ilmy   4 comments

Memasuki DK 3 adalah kemestian.
1. Tapi apakah kita sudah siap?
2. Kapan kita mulai dakwah ‘ilmy?
3. Apakah menunggu kelulusan S-1?
4. Apakah Dakwah profesi hanya menunggu Lulus cepet IPK min 3 ato bahkan cumlaude?
5. Atau mengandalkan Lulusan S-2 /s-3 Luar negeri?
6. TOEFL score tinggi?
7. Profesi Dosen?
8. Mengandalkan Kelihaian dalam penguasaan bahasa asing?
9. Siapakah pelaku dakwah profesi?
Klo jawabannya iya, bagaimana kader –kader yang tidak memenuhi syarat seperti diatas? Apakah mereka tidak dapat berdakwah profesi?
Bagaimana dengan kader dakwah yang sudah malang melintang berkiprah dalam dakwah ini, tapi IPK kurang dari 3? Score TOEFL rendah? Lulus lama?Bahkan diskualifikasi untuk dosen?
mereka juga Kader dakwah! Mereka juga mahasiswa!mereka juga kelak berprofesi! Lantas dakwah profesi sebenarnya yang seperti apa?

Ini ada sebuah kisah nyata: Kemarin saya dapat cerita dari teman, , dia Mahasiswa pertanian yang sedang melakukan penelitian skripsinya . Sebuah kebahagiaan bagi dia sudah sampai tahap penelitian. Tiba waktunya dia panen dan dia harus segera mengambil hasil penelitian untuk bahan analisis data, tapi kemudian dia lupa ada satu data yang belum diambil. Padahal jika data itu tidak didapatkan maka analisis data kurang lengkap. Dia sadar akan hal itu, padahal tanaman yang dia panen sudah tidak bisa lagi diambil datanya karena kondisinya memang sudah rusak. Hanya ada dua option bagi dia, melakukan penelitian dengan menanam ulang atau memanipulasi data sesuai yang disarankan beberapa pihak akademisi yang sering melakukan hal seperti itu. Dia dalam kondisi Dilematis memang, Akhirnya pun dia menghadap dosen pembimbingnya dan menyampaikan apa adanya terkait hasil pengambilan datanya yang kurang. Namun, belum ada tanggapan serta keputusan yang tegas dari dosen pembimbingnya, apakah dia harus mengulang dari awal lagi penelitiannya atau tidak?
Manipulasi data ternyata sudah sangat familiar bahkan jadi senjata ampuh terakhir penelitian beberapa temen-temennya dan ada beberapa dosen yang ngomong ke dia” Itu biasa kok mbak”. Astaghfirullahal’adzim, Na’udzubillahi min dzalik ? bagaimana kita bisa mentransfer ilmu ke masyarakat klo kita tidak paham dengan ilmu kita? Asal lulus? Dapat gelar sarjana? Pantas aja Banyak Mahasiswa setelah lulus, bekerja tidak sesuai kompetensinya? Selain itu juga ga heran banyak Koruptor di negeri ini, bisa jadi Mereka tumbuh subur dari iklim dan budaya seperti ini ( cth: memanipulasi data, nyontek ketika ujian, nitip absen, dll ). Sikap seorang peneliti yang tidak jujur tersebut, sama saja menipu publik dan selain itu ini berlawanan dengan karakter dakwah kita yang mengedepankan kejujuran dan kebenaran dalam hal apapun meski berat.dan pahit dirasakan.
Kembali ke kisahnya, sebelum ada keputusan dari dosennya tersebut, dalam kebingungannya itu temen saya memutuskan untuk SIAP melakukan penelitian Ulang. Mendengar keputusan dia, sontak saya kaget dan saya sendiri merasakan itu keputusan yang berat dan saya tidak percaya. Karena itu berarti dia akan mengeluarkan dana lagi, waktu molor dan tenaga dia harus keluarkan.
Tapi dia Yakin dengan keputusannya itu Selain itu dia berpikir positif bahwa dengan mengulang penelitiannya juga menguntungkan dia untuk lebih memahami ilmunya. Karena bagaimana kita bisa berdakwah tanpa pemahaman dan kebenaran? Pertanyaan yang cukup menohok bagi saya pribadi tapi juga jadi lecutan semangat tersendiri bagi saya.
Saya berpikir mungkin inilah jawaban pertanyaan saya diatas tentang dakwah profesi. Klo menurut saya jawabannya
1. Siap ga siap harus disiapkan kita memasuki DK 3
2. Dakwah Profesi dimulai saat ini juga!
3. Tidak harus menunggu lulus, antum semester 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8,9, 10,11,12,13,14 ? Mulai sekarang!
4. Antum yang IPK nya belum cumlaude atau belum diatas tiga punya kewajiban dakwah profesi ini
5. Alhamdulillah klo dapat Sekolah ke luar negeri, tapi pun kader Lulusan S-2/S-3 di Indonesia juga tidak kalah insyallah.
6. Berapapun score TOEFLmu ini hanya salah satu jalan, tanpa Score Toefl saya kira dakwah profesi tetap bisa jalan
7. Dosen merupakan salah satu sarana profesi, masih banyak sarana yang lain
8. Penguasaan Bahasa Asing memang mempermudah Ekspansi dakwah profesi, insyallah ini bisa kita kuasai asal ada kemauan dan kesungguhan untuk belajar dan melatihnya.
9. Pelaku dakwah profesi tentunya tidak hanya menjadi tanggung jawab kader yang diamanahi untuk diwilayah ’Ilmy saja tapi saya kira, kita yang di ranah siyasi, kaderisasi ato LDK punya tanggung jawab ini.

Ingat hakekat dakwah adalah mengajak diri sendiri dan orang lain pada kebaikan dan pengamalan nilai-nilai islam untuk mewujudkan kemashlahatan umat yang lebih luas. Jadi Dakwah Profesi ini tidak berorientasi pada Nilai IPK, Score TOEFL, Jumlah semester, Jabatan formal akademis ato sebagainya tapi Dakwah Profesi merupakan salah satu ladang dakwah. Sedangkan Tujuan Dakwah di profesi mestinya sama dengan tujuan dakwahnya Rasulullah. Beliau diutus menyampaikan islam ini adalah untuk menyempurnakan Akhlak. Artinya Akhlak yang diperbaiki dan ditingkatkan kebaikannya. IPK, Score toefl, Titel Sarjana, penguasaan bahasa asing hanyalah SARANA. Saya ulangi lagi Bahwa itu semua SARANA bukan Tujuan! Orientasi Dakwah profesi/’ilmy menurut saya adalah bagaimana kita membuat ranah Profesi ini berafiliasi terhadap Nilai-nilai Islam.

Pendapat saya ini mungkin ada benar dan salahnya, tapi itu tidak penting
Inilah pemikiran saya ?wa antum?

Posted Februari 24, 2009 by perhiasandunia in 1

4 responses to “DAKWAH ‘Ilmy

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dawah ilmi dari blog yuks…semangat!!

  2. jzk atas ulasannya…
    semoga saya bisa mengambil inspirasi dari tulisan tersebut. Pengalaman pun bukan atas apa yang telah kita alami secara langsung tetapi dapat juga belajar dari apa yang telah kita baca..

  3. dakwah, seperti yang pernah dicontohkn Rasulullah memang mempunyai banyak cara, menuntut untuk mengeluarkan segenap potensi. Contoh di Indonesia adalah ketika wali songo memulai dakwah islam di Indonesia, mereka memiliki 8 jalur “wajihah” dakwah. bandingkan dengan paradigma dakwah kampus yang sementara ini ada 3 jalur, ilmy,siyasi dan daawy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: