KEIKHLASAN CINTA   2 comments

copy from Jauza’ Imtinan

Bedah Buku Jalan Cinta Para Pejuang yang dilaksanakan di gedung FKIP UNS sore itu menjadi agenda yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Karena dihadiri langsung oleh penulis bukunya sendiri yakni Salim Al Fillah dan ustadzah idolaku yaitu ustadzah Marijati. Urusan cinta memang never ending story sehingga mendorong hati ingin mengetahui apa sich isi buku itu.”Lihat covernya aja belum J”(Ah itu ndak masalah, yang penting aku ada waktu untuk datang) pikirku. Maklum aktivis dakwah yang punya segudang aktivitas syuro dan dauroh, kata salah satu ustadz kampus menyebutnya muwwancah (aktif banget) dan ada gelar PhD (Pakar Halaqoh dan Dauroh. Selain itu sekalian untuk sedikit refreshing dan upgrade otak tentang Cinta. Aktivis juga manusia pernahlah dilanda cinta tapi tentu dengan gaya dan ekspresi yang beda.

Seusai sholat Ashar, kumelangkah menuju gedung FKIP …”Wah ruangan sudah penuh peserta ternyata”. Kebanyakan dari mereka, mahasiswi dan mahasiswa yang angkatan di bawahku. “Hehe, ndak papa lah…karena cinta…PD aja lagi!:)”. Lagi pula dari panitia tidak dibatasi umur kok yang boleh hadir. Akhirnya dimulai juga dengan khas jam karet Indonesia.

Satu per satu pembicara membedah buku “Jalan cinta Para Pejuang. “Seru dengarnya”, apalagi ketika Salim Al Fillah menceritakan inti lembar demi lembar isi buku tulisannya itu. Salim menulis kisah pejuang cinta “gado-gado”…menyinggung kisah cinta para Sahabat, Nabi, Laila Majnun dan tidak ketinggalan juga kisah cinta klasik Romeo and juliet. Dari beberapa kisah cinta yang disajikan, aku terkesan dengan kisah cinta Salman yang ditulis secara apik oleh Salim Al Fillah.

Kisah Cinta yang dimulai oleh sebuah moment yang indah yakni proses “lamaran”. Abu Darda mengantar Salman Al Farisi yang ingin meminang gadis sholeha nan cantik yang disukainya. Salman menyiapkan seluruh bekal dan mereka berdua segera bertandang ke rumah sang Gadis. Sampailah Abu Darda dan Salman di rumah sang Gadis, Salman pun dengan jujur mengutarakan maksud kedatangannya ke sang Gadis itu yang ditemani ibunya. Sang Gadis itu menjawab” Aku menolak lamaran Salman, tapi bila yang melamar Abu darda, maka aku menerimanya”. Saat itu aku membayangkan hati Salman seakan-akan (seperti ada petir menyambar-nyambar di tengah hujan deras) Ternyata aku salah ilustrasi, karena Salman menerima jawaban sang Gadis dengan penuh kerelaan. Saat itu juga, Salman memberikan seluruh bekal lamaran yang dia bawa kepada sahabat yang duduk disampingnya, yakni Abu Darda untuk segera melamar gadis itu. “Subhanalloh, Gila enggak Tuh?”. Akhirnya prosesi lamaran yang berbalik itu terjadi dan Si Gadis Menikah dengan Abu Darda. Tidak terbayang jiwa CINTA Salman ini begitu luar biasa, dia tidak patah hati bahkan  sangat gentlemen dengan rela memberi sesuatu yang ingin dimilikinya itu pada sahabatnya sendiri. “Jiwa ITSARnya luar biasa. Apakah ada pemuda jaman sekarang bisa melakukan seperti halnya apa yang dilakukan Salman ya?”. Yang ada kalau di TV-TV dan sinetron-sinetron, patah hati jika ditinggal pacar ato kalau tidak, ada istilah pagar makan tanaman alias milik sahabat sendiri diembat juga dengan cara yang tidak suportif, sehingga rusak semua persahabatan yang telah terbangun.

Kisah selanjutnya…

Rumah tangga Abu Darda dan Sang Gadis kala itu sedang tidak harmonis, karena perilaku Abu Darda yang berlebihan dalam melaksanakan ibadahnya, sehingga Abu Darda lupa hak Istri dan keluarganya. Sang istri pun cerdas, dia langsung menyampaikan perihal sikap Abu Darda itu pada Salman (teman dekat Abu Darda) dengan harapan, Salman bisa membantu menasehati suaminya itu. Keyakinan gadis itu memang tepat karena Salman adalah tipe sahabat sejati yang dia peduli pada kebahagiaan keluarga sahabatnya itu. Salman pun membuat rencana bermalam di rumah Abu Darda dan menasehati Abu Darda bahwa ibadah yang dilakukan itu berlebihan dan istri beserta keluarganya juga punya hak untuk diperhatikan juga. Akhirnya Abu Darda tersadar bahwa perilakunya selama ini salah dan akhirnya keluarga Abu Darda kembali rukun dan harmonis.

Salman memang hebat dan dia begitu bijak, padahal kalau orang berpikir jelek pasti bisa saja mengambil kesempatan di saat terjadi keretakkan keluarga kekasih hati yang masih dicinta untuk kepentingannya sendiri. Hal ini jelas tidak berlaku pada Salman karena Salman adalah pejuang cinta yang diliputi cinta sejatinya pada Alloh SWT. Sehingga dia bisa menjaga hati dan menjaga ukhuwah. “Subhanalloh…inspiring man”ujarku. Kisah salman ini memberi pengertian kepadaku tentang bagaimana mengelola keikhlasan cinta di awal, tengah dan akhir. Sebagai anak psikologi, keteladanan sikap Salman ini sangat bermanfaat. Banyak remaja dan pasangan berkeluarga yang curhat masalah cinta. Buku Jalan Cinta Para Pejuang ini memang tepat untuk dimiliki karena syarat hikmah, berisi kisah mengelola cinta pada Alloh  SWT dan RasulNya secara tepat sehingga cinta itu terasa indah dan membawa keberkahan bagi semua pihak.

Kisah Salman ini, hampir mirip pernah terjadi dalam kehidupanku. Tepatnya Bulan Febuari-Maret 2009, aku mengikuti kuliah pra nikah di Universitas Syahid Surakarta. Kuliahnya masuk tiap Ahad. Aku sangat beruntung sekali karena dapet ilmu secara gratis. Karena alhamdulillah ada temen yang bayarin, “so nambah semangatJ”.  Akhir bulan Febuari saya mempunyai sahabat, sebut aja namanya ukhti Juliet(nama samaran) yang sedang melaksanakan proses taaruf dengan ikhwan akhi Romeo(nama samaran). Aku senang sekali berkesempatan menemani sahabatku ini dalam proses taaruf, karena merupakan pengalaman pertama sekaligus bisa belajar bagaimana proses taaruf yang syari. Aku optimis, mereka akan jadi pasangan yang serasi dan menjadi keluarga dakwah yang kokoh. Karena kedua-duanya adalah rekan dakwahku, mereka sama-sama aktivis, sama-sama cakep, sama-sama dari keluarga mampu dan pokoknya sekufu insyAlloh. Maka tak heran Murobi kedua belah pihak segera memproses mereka. Sehingga suatu malam, saya diundang oleh ukhti Juliet ini ke rumah Murobi yang ikhwan tuk membicarakan kepanitiaan khitbah dan walimatul’ursy. Rapat dimulai ba’da maghrib, Aku dan Juliet berangkat tepat pukul 17.00 WIB sore dari kos menuju rumah sang murobi. Padahal sore itu hujan lebat dan jarak rumahnya lumayan jauh. Sesampainya disana, kami shoalat maghrib terlebih dahulu kemudian kami dipersilahkan masuk oleh sang Murobi Ikhwan ke salah satu tempat pertemuan. Tidak dinyana ternyata, di ruangan itu sudah ada 6 ikhwan temen satu halaqoh pihak calon mempelai ikhwannya. Dari pihak putri hanya ada Juliet dan aku. Kita menyusun sebuah kepanitiaan yang intinya mempersiapkan proses khitbah ke rumah Juliet ini. Kala itu aku berpikir bahwa esok akan berjalan lancar. Karena kita sudah persiapkan kepanitiaan yang bagus dengan jobdes masing-masing. Beberapa hari berlalu, aku sibuk dengan aktivitas dakwahku dan rajin kuliah pra nikah setiap hari ahad. Di perkuliahan ternyata aku bertemu dengan akhwat rekan aktivis juga, namanya Clara (nama samaran). Aku, Clara, Juliet dan Romeo memang satu kampus dan sama-sama aktivis semua, jadi kita saling tahu lah. Tidak kusangka si Clara ikut Kuliah Pra Nikah juga “tumben”, setahuku kalau urusan menikah dia agak cuek. Suatu waktu seusai dari kuliah Ia mendekatiku dan bertanya padaku, “Mary, kenapa tiba-tiba murobiyahku meminta aku buat proposal ya?” aku terkejut dengan pertanyaan Clara ini, tapi sontak pada saat itu langsung kujawab “Subhanalloh ukhti, persisnya gak tahu sich, tapi mungkin ada ikhwan yang hendak melamar anti, segera buat aja proposalnya. Lagi pula anti juga sudah tahu ilmunya dengan ikut kuliah pra nikah ini”. “Gitu ya?”tanggapannya. “Iya, bismillah aja berproses, siapa tahu memang anti memang akan segera bertemu dengan jodoh anti”semangatku meyakinkan Clara. “Iya insyAlloh, jazakillah Mary, aku pamit dulu ya, Assalamu’alaikum”ujar Clara.”Wa’alaikumsalam” jawabku. Setelah itu Clara segera menjauh dari hadapanku, tanpa sempat aku bertanya lebih lanjut siapa ya ikhwannya. Tapi aku mendoakan agar Clara dapat yang terbaik.

Hari ahad minggu berikutnya, aku mengikuti acara seminar  perempuan di hotel Riyadi Palace. Aku datang tepat waktu dan langsung mencari tempat duduk yang nyaman. Di tengah acara sekitar pukul 10.00 WIB, Hpku berdering nada sms. Segera kubuka smsnya. Isi sms itu berbunyi “Alhamdulillah telah dilangsungkannya ijab qobul Romeo dan Clara  pagi ini, mohon doanya semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah”. Pertama kali baca, aku masih belum percaya ini dan kuulangi baca sms itu. Apakah aku salah baca?Kok Romeo bisa menikah dengan Clara? Tidak mungkin ini, aku kali yang salah baca. Untuk memastikan ini aku langsung menghubungi Juliet. “Assalamu’alaikum Juliet barusan aku dapet sms, kalau Romeo menikah dengan Clara. Apakah ini benar?bukankah aku panitia walimahannya Romeo dan Juliet?Belum ada konfirmasi tentang pembubaran panitia juga kan?dan…dan apakah kamu sudah tahu semua ini? Kok bisa Juliet?Lalu kamu gimana? Kok bisa seperti ini?(karena shock dengan berita ini)Aku menghujani Juliet dengan banyak pertanyaan. “Iya mary ini benar, Romeo dan  Clara ijab qobul pagi ini” jawab Juliet singkat. “Tapi Juliet, kenapa ini semua bisa terjadi?tolong jelaskan!aneh…” tanyaku lagi. “Udah mary, tenanglah, tidak apa-apa, lain waktu kujelaskan.wassalam” jawab Juliet(menutup telponnya). Aku masih belum percaya ini, aku sudah tidak konsentrasi di ruang seminar, ingin sekali segera menemui Juliet untuk melihat kondisinya dan pasti dia sedang butuh teman sekarang. Tapi aku harus bersabar karena seusai seminar, aku masih ada dua agenda syuro sampe maghrib.  Kuputuskan Ba’da Maghrib ke kos Juliet. Alhamdulillah Juliet di kos, setibanya aku disana. Tak perlu banyak kata, aku langsung memeluknya, memberikan kata-kata positif agar dia tidak bersedih. Airmata ini ikut berurai, aku bisa merasakan perasaan sahabatku ini. Baru setelah kita semua tenang, aku bertanya dan minta penjelasan. Singkat cerita, intinya proses selanjutnya antara Romeo dan Juliet dibatalkan karena salah satu pihak keluarga ada yang tidak setuju. Pihak keluarga Romeo yang memang sudah mempersiapkan pernikahan putranya itu langsung minta cari ganti Juliet dan dapatlah Clara yang diproses secara cepat dan mendadak. Hanya tempo kurang lebih satu minggu langsung Romeo dan Clara ijab Qobul. Ijab Qobul mereka laksanakan secara terbatas keluarga dekat aja, bahkan teman-teman Clara tidak semua diberitahu. Karena sangat mendadak sehingga walimahan akan diadakan pada beberapa bulan ke depan.

Aku takjub melihat ketegaran Juliet (aku teringat kisah Salman di atas). Juliet mengatakan “Bila aku diundang di walimahannya Romeo dan Clara, insyalloh aku pasti datang.  Aku bahagia melihat Romeo bahagia, Romeo telah menemukan pasangan yang lebih baik dariku dan semoga Romeo bisa melupakan aku dari bayangannya dan aku yakin janji Alloh SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambaNya “. Subhanalloh sosok akhwat se tegar Salman.

Aku hanya bisa menangis haru mendengar ucapannya. Di walimahan Romeo dan Clara, aku bertemu dengan Juliet. Kuperhatikan wajah Juliet begitu teduh dan tenang menghadapi semua ini. Juliet nan sholeha tidak henti-hentinya melempar senyumannya yang indah. Begitu hebatnya keikhlasan cinta itu sehingga Juliet menerima semua ini dengan bahagia. Apakah aku bisa sekuat itu bila terjadi padaku????Wallahu’alam Bishowab

 

Boyolali, 30 November 2010

11:33 WIB

 

Posted Desember 2, 2010 by perhiasandunia in Tak Berkategori

2 responses to “KEIKHLASAN CINTA

Subscribe to comments with RSS.

  1. Assalamualaikum, dari berbagai lompatan link, saya menemukan postingan lama ini. Subhanallah, cerita yang disampaikan cukup menggugah, dari cerita cinta seorang Salman, sampai realita yang mirip dan terjadi pada sahabat anda. Saya jadi berniat untuk membeli bukunya mas Salim al fillah.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: