“Ngabuburit “Cooking with my lovely husband   Leave a comment

Istilah ngabuburit sudah tidak asing bagi saya orang Indonesia, meski kini tinggal di jepang. Ngabuburit saya artikan sebagai waktu menunggu berbuka yang biasanya sebelum maghrib tiba. Pengalaman kalau doeloe di Indonesia, menghabiskan waktu ngabuburit dengan jalan2 kulineran nyari menu buka puasa di pinggir2 jalan yang tumpah ruah menjajakan aneka menu berbuka. Tapi saat ini tinggal di Jepang moment jalan-jalan sore , sambil kulineran  sudah tidak bisa dilakukan seperti di Indonesia. Saya lebih senang memasak di rumah. Mengingat di Jepang nyari makanan halal lumayan sulit dan jauh,apalagi sekarang ada si kecil. Jadi waktu untuk keluar rumah dibatasi.

Selama bulan ramadhan ini, seperti biasa masak sendiri di dapoerkoe yang sederhana dengan menu buka puasa yang sederhana pula, karena saya tidak bisa memasak yang aneh2 dan sulit-sulit jadi sejadinya yang penting halal, enak dan mengenyangkan serta yang lebih penting yang penting suami suka hehehe. Puasa hari ke 5 , alhamdulillah suami libur dari kerja…inginnya sih buka puasa di luar rumah  misal SRIT (Sekolah Rakyat Indonesia Tokyo) . Tapi karena suami ada pr dari rumah sakit jadi buka puasa di rumah dech.  Suami berinisiatif bantuin memasak…senangnya..memasak bareng suami…dopoerku jadi rame..maklum pasti ada perbedaan pendapat dalam teknik memasak . hahahah

Biasanya saya memasak untuk persiapan buka puasa membutuhkan waktu kira-kira 4 jam mulai jam 3 sore sampe menjelang buka puasa pukul 07. 00 JST karena sambil urus si kecil. Tapi karena hari itu dibantu suami , jadi memasak selesai dalam waktu 1,5 jam…suami memasak sayur sambal goreng ati kentang dan sayur lodeh. Saya kebagian goreng bakwan jagung dan iris buah serta nyiapin minuman. DSCN2437tanoshi. nee…^^

Edisi ngabuburit kali ini sungguh menyenangkan..insyAlloh akan dilanjut dengan edisi ngabuburit selanjutnya insyAlloh hehehe…

Oya terinspirasi ceramah AA Gym pagi ini di MQ FM radio bandung, mengingatkan tentang pelajaran biologi , herbivora(pemakan tumbuhan), karnivora(pemakan daging), omnivora(pemakan segala). kalau hewan herbivora biasanya mempunyai lebih banyak gigi geraham untuk menguyahnya , sedangkan kalau hewan karnivora dia mempunyai lebih banyak taring untuk makan. Sedangkan manusia jumlah gigi ada 32, yang terdiri dari 4 gigi taring, 8 gigi seri dan selebihnya 20 gigi geraham.ini berarti perbandingan jumlah gigi taring dengan geraham 1:5. maka mestinya manusia lebih banyak mengkonsumsi sayuran/buah-buah-an dibanding mengkonsumsi daging sebagai referensi menakar menu makanan .

happy fasting ramadhan 1434 H

Senin, 15 Juli 2013

Irumashi

Posted Juli 15, 2013 by perhiasandunia in new life in japan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: